Selasa, 07 Juni 2011

Karya Tulis Ilmiah Pergaulan Bebas

DAMPAK PERGAULAN BEBAS (SEX BEBAS) TERHADAP MENTALITAS
DAN KESEHATAN PADA USIA 12-15 TAHUN

KARYA TULIS ILMIAH

DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA PELAJARAN
BAHASA INDONESIA KELAS XI SEMESTER GENAP


DISUSUN OLEH
NAMA :
KELAS :


PEMERINTAH KOTA METRO
DINAS PENDIDIKAN SMA NEGERI ( T4 loe Skull)
TAHUN PELAJARAN 2010-2011


HALAMAN PENGESAHAN.


JUDUL: DAMPAK PERGAULAN BEBAS (SEX BEBAS) TERHADAP MENTALITAS DAN KESEHATAN PADA USIA 12-15 TAHUN

Karya tulis ilmiah ini disahkan pada:
Hari : Selasa, 7 juni 2011
Waktu : 11.30
Tempat :




Disetujui

Metro, 7 juni 2011
Wali kelas Guru Pembimbing







Mengetahui

Kepala Sekolah









KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji dan syukur kepada Allah SWT , yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini dengan judul “ Dampak Pergaulan Bebas (Sex Bebas) Terhadap Mentalitas dan Kesehatan pada Usia 12-15 tahun”.
Karya tulis ilmiah ini disusun dengan harapan dapat menambah pengetahuan dan wawasan kita semua.
Dengan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya maka melalui kesempatan ini penulis menyampaikan rasa hormat kepada:

1. Bapak kepala sekolah selaku kepala SMA Negeri(t4 lo skull) , yang telah memberikan arahan, dorongan dan dukungan moril.
2. (Ibu guru bahasamu), selaku guru pembimbing yang telah memberi dorongan dan pengarahan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah ii.
3. Kedua orang tuaku yang tercinta yang selalu mendoakan , memotivasi serta menantikan keberhasilanku.
4. Segenap Bapak dan Ibu guru yang telah membantu dalam penyelesaian karya tulis ilmiah ini.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan karya tulis ini masih jauh dari sempurna karena keterbatasan pengetahuan penulis , oleh karena itu penulis mengharapkan kritikan dan saran dari berbagai pihak yang sifatnya membangun demi kesempurnaan karya tulis ilmiah ini.

Akhirnya penulis berharap , semoga karya tulis ilmiah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca atau yang membutuhkannya.

Metro, 28 mei 2011
Penulis





DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL …………………………... 1
HALAMAN PENGESAHAN …………………………... 2
KATA PENGANTAR …………………………... 3
DAFTAR ISI …………………………... 4
BAB I PENDAHULUAN …………………………...
1.1. Latar Belakang …………………………... 5
1.2. Batasan Masalah …………………………... 6
1.3. Tujuan Penelitian …………………………... 6
1.4. Manfaat Penelitian …………………………... 6
BAB II LANDASAN TEORI …………………………...
2.1. Dampak Pergaulan Bebas …………………………... 7
2.2. Hipotesis …………………………... 9
2.3. Istilah …………………………... 10
BAB III METODELOGI PENELITIAN …………………………...
3.1. Tempat Dan Waktu Penelitian …………………………... 11
3.2. Metodelogi Penelitian …………………………... 11
3.3. Subjek Penelitian …………………………... 11
3.4. Prosedur Penelitian …………………………... 11
BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN …………………………...
4.1. Hasil Penelitian …………………………... 13
4.2. Pembahsan …………………………... 14
BAB V PENUTUP …………………………...
5.1.Kesimpulan …………………………... 16
5.2.Saran …………………………... 16
DAFTAR PUSTAKA …………………………... 17






BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Kita tentu tahu bahwa pergaulan bebas itu adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang, yang mana “bebas” yang dimaksud adalah melewati batas-batas norma ketimuran yang ada. Masalah pergaulan bebas ini sering kita dengar baik di lingkungan maupun dari media massa. Remaja pada umur 12- 15 tahun adalah individu labil yang emosinya rentan tidak terkontrol oleh pengendalian diri yang benar. Masalah keluarga, kekecewaan, pengetahuan yang minim, dan ajakan teman-teman yang bergaul bebas membuat makin berkurangnya potensi generasi muda Indonesia dalam kemajuan bangsa.

Pemahaman remaja yang belum begitu mengerti terhadap penyimpangan dalam pergaulan bebas yang berbahaya terutama sex bebas. Membuat para remaja tidak berfikir secara logika tentang apa yang tidak seharusnya mereka lakukan. Selain itu, banyak hal yang negatif dapat terjadi jika remaja melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan sebelum remaja tersebut menikah. Namun, anggapan remaja sekarang yang sudah mengatakan bahwa pergaulan bebas (sex bebas) itu sudah biasa dan merupakan tren menurut mereka. Pergaulan bebas jaman sekarang semakin meresahkan dengan didukungnya teknologi yang canggih dan informasi yang dapat member berbagai hal seperti yang seharusnya di gunakan untuk fasilitas pendidikan, di salah gunakan oleh para remaja usia 12-15 tahun untuk melihat hal-hal yang seharusnya tidak mereka lihat seperti video atau gambar yang tidak senonoh. Keingintahuan yang seharusnya dapat digunakan untuk kebaikan menjadi berbanding terbalik, sehingga menimbulkan dampak negatif. Dari hal tersebut, dikhawatirkan para remaja menjadi berbuat yang menyalahi norma-norma agama dan sosial.

1.2 Batasan Masalah
Sesuai dengan uraian di atas, untuk memberikan batasan atau ruang lingkup. Maka penulis menegaskan bahwa materi karya tulis ilmiah ini hanya pada dampak pergaulan bebas (sex bebas) terhadap mentalitas dan kesehatan pada usia 12-15 tahun.

1.3 Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang dapat di gunakan untuk menjadi pusat perhatian dan kejadian adalah:
1. Apa dampak pergaulan bebas (sex bebas) terhadap kesehatan remaja usia 12-15 thn ?
2. Apa dampak pergaulan bebas (sex bebas) terhadap mentalitas remaja usia 12-15 tahun ?

1.4 Tujuan Penelitian
Berdasarkan masalah yang telah di rumuskan tujuan yang dicapai adalah
1. Mengetahui dampak pergaulan bebas (sex bebas) terhadap kesehatan remaja usia 12-15 tahun.
2. Mengetahui dampak pergaulan bebas (sex bebas) terhadap mentalitas dan kesehatan remaja usia 12-15 tahun.

1.5 Manfaat Penelitian
Berdasarkan uraian-uraian serta fakta-fakta dari penelitian pergaulan bebas (sex bebas) dalam pergaulan bebas adalah
1. Menambah pengetahuan kepada para remaja dan para orang tua terhadap dampak kesehatan pergaulan bebas (sex bebas).
2. Menambah pengetahuan kepada para remaja dan orang tua tentang dampak pergaulan bebas terhadap mentalitas remaja.



BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Dampak Pergaulan Bebas

Pergaulan bebas (sex bebas) mempunyai dampak terhadap mentalitas remaja dan kesehatan. Dampak pergaulan bebas (sex bebas) dalam mentalitas remaja adalah, sex bebas dapat meruntuhkan moral dan akhlaq,kenapa bisa begitu,karena menonjolnya perilaku hewani pada seseorang menyebarkan sifat egoisme dan sifat masa bodoh tanpa batas. Selain mempengaruhi mentalitas, pergaulan bebas ( sex bebas) mempunyai dampak terhadap kesehatan remaja tersebut. Seperti tingginya kasus penyakit Human Immunodeficiany Virus/Acquired Immnune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS), khususnya pada kelompok umur remaja, salah satu penyebabnya akibat pergaulan bebas.Hasil penelitian di 12 kota di Indonesia termasuk Denpasar menunjukkan 10-31% remaja yang belum menikah sudah pernah melakukan hubungan seksual. Di kota Denpasar dari 633 pelajar Sekolah Menengah Tingkat Atas (SLTA) yang baru duduk di kelas II, 155 orang atau 23,4% mempunyai pengalaman hubungan seksual. Mereka terdiri atas putra 27% dan putri 18%. Data statistik nasional mengenai penderita HIV/AIDS di Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 75% terjangkit hilangnya kekebalan daya tubuh pada usia remaja.
Belum lama ini ada berita seputar tentang keinginan sekelompok masyarakat agar aborsi dilegalkan, dengan dalih menjunjung tinggi nilai hak azasi manusia. Ini terjadi karena tiap tahunnya peningkatan kasus aborsi di Indonesia kian meningkat, terbukti dengan pemberitaan di media massa atau TV setiap tayangan pasti ada terungkap kasus aborsi. Jika hal ini di legalkan sebgaimana yang terjadi di negara-negara Barat akan berakibat rusaknya tatanan agama, budaya dan adat bangsa. Berarti telah hilang nilai-nilai moral serta norma yang telah lama mendarah daging dalam masyarakat.
Jika hal ini dilegal kan akan mendorong terhadap pergaulan bebas yang lebih jauh dalam masyarakat. Orang tidak perlu menikah untuk melakukan hubungan seks. Sedangkan pelepasan tanggung jawab kehamilan bisa diatasi dengan aborsi. Legalisasi aborsi bukan sekedar masalah-masalah kesehatan reproduksi lokal Indonesia, tapi sudah termasuk salah satu pemaksaan gaya hidup kapitalis sekuler yang dipropagandakan PBB melalui ICDP (International Conference on Development and Population) tahun 1994 di Kairo Mesir.
Pada dasarnya seorang wanita yang melakukan aborsi akan mengalami ; penderitaan mentalitas seperti kehilangan harga diri (82%), berteriak-teriak histeris (51%), mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi (63%), ingin bunuh diri (28%), terjerat obat-obat terlarang (41%), dan tidak bisa menikmati hubungan seksual (59%). Aborsi atau abortus berarti penguguran kandungan atau membuang janin dengan sengaja sebelum waktunya, (sebelum dapat lahir secara alamiah). Abortus terbagi dua; Pertama, Abortus spontaneus yaitu abortus yang terjadi secara tidak sengaja. penyebabnya, kandungan lemah, kurangnya daya tahan tubuh akibat aktivitas yang berlebihan, pola makan yang salah dan keracunan. Kedua, Abortus provocatus yaitu aborsi yang disengaja. Disengaja maksudnya adalah bahwa seorang wanita hamil sengaja menggugurkan kandungan/ janinnya baik dengan sendiri atau dengan bantuan orang lain karena tidak menginginkan kehadiran janin tersebut.

Tentunya dalam melakukan aborsi memiliki risiko penderitaan yang berkepanjangan terhadap kesehatan maupun keselamatan hidup seorang wanita. Tidak benar jika dikatakan bahwa seseorang yang melakukan aborsi ia tidak merasakan apa-apa dan langsung boleh pulang . Ini adalah informasi yang sangat menyesatkan bagi setiap wanita, terutama mereka yang sedang kebingungan karena tidak menginginkan kehamilan yang sudah terjadi. Resiko kesehatan terhadap wanita yang melakukan aborsi berisiko kesehatan dan keselamatan secara fisik dan gangguan psikologis.
Dan dalam buku “Facts of Life” yang ditulis oleh Brian Clowes, Phd; Risiko kesehatan dan keselamatan fisik yang akan dihadapi seorang wanita pada saat melakukan aborsi ( karena melakukan sex bebas) dan setelah melakukan aborsi adalah :
- Kematian mendadak karena pendarahan hebat.
- Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal.
- Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan.
- Rahim yang sobek (Uterine Perforation).
- Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya.
- Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita),
- Kanker indung telur (Ovarian Cancer).
- Kanker leher rahim (Cervical Cancer).
- Kanker hati (Liver Cancer).
- Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya.
- Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi ( Ectopic Pregnancy).
- Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease).
- Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)

2.2 Hipotesis
Menurut pendapat penulis bahwa pergaulan bebas (sex bebas) menimbulkan banyak bahaya negative daripada bahaya positif terhadap mentalitas dan kesehatan remaja pada usia 12-15 tahun.



2.3 Istilah
- Human Immunodeficiany Virus/Acquired Immnune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS)
- Kanker indung telur (Ovarian Cancer).
- Kanker leher rahim (Cervical Cancer).
- Kanker hati (Liver Cancer).
- Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi ( Ectopic Pregnancy).
- Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease).
- Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)
- Rahim yang sobek (Uterine Perforation).
- Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations)
- Abortus spontaneus yaitu abortus yang terjadi secara tidak sengaja














BAB III

METODE PENELITIAN


3.1.Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan di Banjarejo, Lampung Timur pada hari kamis 2 juni 2011

3.2 Metodologi Penelitian
Metode yang digunakan adalah sebagai berikut:
1. Metode wawancara
2. Metode kajian pustaka
3.3 Subjek penelitian
Orang yang akan menjadi subjek penelitian adalah seorang dokter yang bernama dokter sulis

3.4 Prosedur penelitian
Dalam melakukan penelitian ini ada beberapa tahap yaitu :
1. Tahap Perencanaan
Mencari dan menemukan sumber untuk melakukan wanwancara.

2. Tahap Persiapan
Dalam tahap ini dilakukan :
a) Menyiapkan daftar pertanyaan yang akan di gunakan untuk wawancara
b) Membuat table untuk di isi hasil penelitian





3. Tahap Pelaksanaan
Dalam tahap ini:
a) Menanyakan kepada subjek penelitian sesuai daftar pertanyaan yang telah dibuat sebelum wawancara
b) Mencatat rangkuman tentang pokok-pokok informasi setiap jawaban dari subjek pelitian.
c) Menyalin pokok-pokok informasi dan mengambil hal-hal yang penting saja dari hasil wawancara.




BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian
Setelah melakukan wawancara kepada dokter sulis, penulis memperoleh hasil sebagai berikut :

NARASUMBER:Dr.sulis

Menurut Dr.sulis banyak sekali dampaknya terutama mentalitas dan kesehatan.Dan sebagai berikut dampaknya;
-penderitaan kehilangan harga diri ,
- berteriak-teriak histeris
- mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi ,
- ingin bunuh diri ,
- Terjerat obat-obat terlarang
- dan tidak bisa menikmati hubungan seksual
- perasaan dihantui dosa
- perasaan takut hamil,
- lemahnya ikatan kedua belah pihak yang menyebabkan kegagalan setelah menika
- penghinaan terhadap masyarakat. -Kematian mendadak karena pendarahan hebat.
- Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal.
- Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan.
- Rahim yang sobek (Uterine Perforation).
- Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya.
- Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita),
- Kanker indung telur (Ovarian Cancer).
- Kanker leher rahim (Cervical Cancer).
- Kanker hati (Liver Cancer).
- Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya.
- Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi ( Ectopic Pregnancy).
- Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease)
- inveksi rahim
- Sifilis/Raja Singa
- Gonore/GO
- Herpes Genitalis
- HIV/AIDS
- Trichomoniasis
- jengger Ayam atau Kutil di kelamin (Genital wart)
- Klamidia
- Herpes Genital


4.2 Pembahasan
Pada penelitian, dampak terhadap mentalitas dan kesehatan remaja pada usia 12-15 tahun seperti dampak mentalitas penderitaan kehilangan harga diri, berteriak-teriak histeris ,mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi , ingin bunuh diri ,Terjerat obat-obat terlarang , dan tidak bisa menikmati hubungan seksual. Dan kesehatan seperti Kematian mendadak karena pendarahan hebat.Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal.Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan.Rahim yang sobek (Uterine Perforation). Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya. Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita), Kanker indung telur (Ovarian Cancer). Kanker leher rahim (Cervical Cancer). Kanker hati (Liver Cancer). Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya. Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi ( Ectopic Pregnancy). Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease). Inveksi rahim. HIV/AIDS . Trichomoniasis jengger Ayam atau Kutil di kelamin (Genital wart), lamidia,herpes genital
Dari hasil penelitian terhadap dampak mentalitas dan kesehatan remaja pada usia 12-15 tahun ditemukan banyak hal negative yang berpengaruh seperti pada mentalitas, kehilangan harga diri yang ratingnya paling tinggi menunjukkan mentalitas yang turun akibat pergaulan bebas( sex bebas ) begitu juga dengan penurunan mentalitas lain seperti berteriak-teriak histeris ,mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi , ingin bunuh diri ,Terjerat obat-obat terlarang , dan tidak bisa menikmati hubungan seksual . Semua itu dampak dari pergaulan bebas ( sex bebas ) yang dilakukan oleh para remaja sebelum pada waktu yang seharusnya dimana remaja tersebut dapat melakukannya dengan cara yang benar. Dan dampak pergaulan bebas (sex bebas) pada kesehatan adalah HIV/AIDS ( yang paling dominan dan paling berbahaya),tentu sudah pasti dalam penyakit ini menjadi dampak yang sangat mematikan karena jika sudah terinfeksi oleh virus ini, semua keturunan ( orang yang terinfeksi ) akan mengidap virus yang sama begitu juga dengan orang yang menerima darah dari orang yang telah terinfeksi HIV/AIDS juga akan terinfeksi HIV/AIDS. Selain dari penyakit HIV/AIDS terdapat penyakit lain seperti penyakit kelamin yang termasuk penyakit yang tidak bisa dianggap remeh, karena penyakit ini menyerang alat kelamin.



BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Pergaulan Bebas ( sex bebas ) mempunyai banyak dampak yang negative daripada positifnya bagi para remaja. Selain itu telah banyak korban yang di sebabkan oleh pergaulan bebas (sex bebas ) seperti terinfeksinya orang oleh penyakit HIV/AIDS yang merupakan penyakit yang sangat mengerikan dan sampai saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan orang yang sudah terinfeksi penyakit ini. Dan walaupu terkena penyakit lain yang mungkin ada obatnya lebih baik para remaja untuk mencegah sebelum terlambat.

5.2 Saran
Sebaiknya para remaja menjauh dari pergaulan bebas(sex bebas) dan harus lebih mengerti bahwa pergaulan bebas ( sex bebas ) bukanlah budaya timur dan tidak ada dampak positif untuk kaum remaja. Dan para orang tua disarankan untuk lebih memperhatikan anaknya sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.





.
DAFTAR PUSTAKA
(note;tambah referensi buku biar meyakinkan guru bhsanya gan)
www.google.com
www.yahoo.com
www.wikipedia.com

4 komentar: